Mudah ! Membuat Alat Perata Semen Sederhana dan Teknik Mudah Finishing Semen

September 01, 2020

“Membuat dinding semen tidaklah mudah. Untuk menghasilkan dinding yang rata dibutuhkan bantuan alat perata semen”

Proses plester menjadi salah satu langkah penting dalam pembuatan dinding. Plester sendiri adalah proses pemberian lapisan semen pada dinding bata dengan tujuan untuk meratakan permukaan. Untuk membuat permukaan dinding merata sempurna, dibutuhkan alat bantu perata semen. Tak perlu membeli, karena anda bisa membuatnya sendiri dengan beberapa langkah sederhana.

Proses Pembuatan Alat Perata Semen Sederhana

Proses pembuatan alat perata semen sederhana dapat dilakukan dengan bahan yang mudah ditemukan, yakni kayu. Kayu harus disiapkan sesuai ukuran yang diinginkan lalu diserut dan ditipiskan hingga ketebalan yang diinginkan. Pastikan jangan terlalu tebal agar tidak terlalu berat agar didapatkan alat perata semen yang ringan  dan memudahkan hasil perataan semen.

Dalam pembuatan alat perata semen, pastikan permukaan kayu telah benar-benar rata. Selanjutnya, gunakan sisa kayu untuk membuat bentuk setengah lingkaran. Bautlah kayu yang berbentuk setengah lingkaran ini. Nantinya kayu setengah lingkaran ini akan berguna sebagai pegangan.

Untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan, buatlah dua buah alat perata semen dengan ukuran berbeda, yaitubesar dan kecil. Dengan begini, maka seluruh area akan lebih mudah terjangkau, karena proses perataan semen membutuhkan waktu yang cepat sebelum akhirnya nanti semen mengering.

Finishing Semen Ekspos

Mungkin saat ini banyak kita temukan nuansa unfinished dalam hunian. Walaupun unfinished, hal ini justru dianggaps ebagai sebuah karya seni dan menjadi tren tersendiri dalam dunia interior. Tak hanya untuk hunian saja, namun kafe, restoran, hingga hotel ada juga yang ingin tampil beda dengan mengadopsi teknik unfinished ini.

Untuk beberapa orang, mungkin teknik unfinished menarik, namun beberapa orang lainnya menganggap bahwa teknik unfinished ini kurang menarik, sehingga membutuhkan trik untuk membuatnya lebih menarik. Untuk itu dibutukan teknik finishing semen yang baik

Mengenal Semen Ekspos

Semen ekspos sendiri adalah taknik finishing tanpa acian dan cat, namun hanya menggunakan semen instan. Hal ini sengaja dilakukan untuk menonjolkan warna dan material semen itu sendiri, karena itulah dipilih warna yang cenderung homogen, seperti abu-abu.

Penggunaan semen ekspos dapat diaplikasikan baik pada dinding maupun lantai. Penggunaan semen eskpos pada dinding cenderung lebih mudah dibandingkan pengaplikasiannya pada lantai, karena dibutuhkan kemampuan tukang yang cukup tinggi untuk mendapatkan lantai yang halus dan rata.

Area Pengaplikasian

Pada dasarnya semen ekspos dapat diaplikasikan pada semua ruangan, namun hindari mengaplikasikannya pada area kamar mandi dan area luar karena semen ekspos tidak tahan terhadap perubahan cuaca dan rawan mengalami keretakan.

Cara Aplikasi

Langkah pertama untuk melakukanfinishing semen adalah dengan memadatkan tanah dan diberikan pasir secukupnya dengan tujuan memberikan level agar didapatkan permukaan lebih rata dan mengurangi kelembaban tanah.

Berikan kawat ayam pada seluruh bagian lantai. Selanjutnya, plester dan lanjutkan dengan proses aci menggunakan semen khusus acian dinding dan lantai. Biasanya semen ini akan memiliki warna yang lebih terang jika dibandingkan semen biasa.

Biarkan sekitar seminggu hingga acian benar-benar mengering. Setelah otu berikan lapisan cat epoxy clear yang mengandung pengeras sebagai coating. Hal ini berguna membuat semen ekspos agar berumur panjang dan mudah untuk dibersihkan.

Perawatan Semen Ekspos

Walaupun semen ekspos memliki sensitivitas tinggi terhadap air dan panas, perawatannya ternyata cukup mudah

Besihkan menggunakan sapu dan pel seperti biasa, lalu berikan lapisan epoxy clear setiap 5 tahun sekali

Gunakan bor saat ingin memasang lukisan atau dekorasi lainnya. Hindari memaku agar semen tidak retak dan pecah.

Hindari menggeser barang atau furniture berat yang berada di atas lantai semen ekspos, karena beresiko menyebabkan terjadinya goresan yang justru sulit hilang.