Title: Inspirasi Rumah

Dim Sum Tower: Struktur Semen yang Trendi di Learning Hub, Heatherwick Studio

Arsitektur terperinci dengan bentuk dan ruang indoor yang berbeda dari bangunan akademik umum. “Dim Sum Tower” dirancang untuk menegakkan konsep pendidikan saat ini yang mendorong pembelajaran mandiri atau konsep “Teach Less, Learn More” yang akan meraih hasil jangka panjang dan membekali lulusan dengan keterampilan belajar seumur hidup.  

Tantangan ruang belajar abad 21 adalah apakah kemajuannya sesuai dengan era saat ini dan menjadi lebih dari sekadar ruang kelas berpapan tulis dengan ceramah yang membuat Gen Y tidak tertarik. Evolusi metodologi pengajaran telah mempengaruhi desain arsitektur. Selain itu, kami mengamati bahwa beberapa negara Asia dengan sistem pendidikan terbaik di dunia seperti Jepang, Cina, Korea Selatan, dan Singapura mulai menjauh dari sistem pendidikan tradisional yang ketinggalan jaman.

Singapura adalah negara baru yang berukuran kecil namun kami melihat elemen-elemen yang membuat sistem pendidikan mereka berkembang drastis dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Misalnya, Singapura tidak sungkan untuk berinvestasi di bidang pendidikan dan penelitian. Mereka mengajukan universitas terbaik Inggris untuk mengubah sistem pendidikan mereka. Hal ini berdampak pada kemajuan yang nyata di universitas dan sistem pendidikan. Keberhasilan ini mungkin merupakan hasil dari konsep “Teach Less, Learn More (TLLM)” di mana siswa tidak dianjurkan untuk menghafal teori tetapi didorong untuk belajar mandiri. Proses pembelajaran ini mengundang interaksi guru dan siswa dan memungkinkan siswa untuk mengekspresikan ide mereka sementara guru bertindak sebagai mentor. Dalam jangka panjang, para lulusan akan memperoleh keterampilan belajar seumur hidup.

Titik sambungan dari setiap baki dim sum sebagai ventilasi udara dan pintu masuk.Gambar: © Hufton and Crow (Link: http://www.huftonandcrow.com/)

Filosofi tersebut telah mendorong kemajuan arsitektur akademik di Singapura dengan bangunan-bangunan seperti gedung baru di Nanyang Technological University (NTU) yang disebut “Learning Hub” atau “Dim Sum Tower”. Heatherwick Studio adalah perancang arsitektur bangunan ini bersama dengan Konsultan CPG oleh Vivien Leong sebagai konsultan desain di Singapura. Struktur ini dirancang untuk menampung 33.000 sarjana yang menerapkan konsep ‘learn less, do more’. Misalnya, teknologi digunakan sebagai alat bantu, guru akan mengunggah materi pembelajaran ke server sebelum kelas dimulai. Setiap siswa dapat secara pribadi mengakses materi serta belajar kapan dan di mana saja. Sebagai hasilnya, ruang kelas hanya disediakan untuk kelompok yang terdiri dari 6-8 siswa yang ingin berdiskusi dan bertanya daripada hanya mendengarkan. NTU menyebut konsep ini sebagai “kelas terbalik”.

Dalam menciptakan ruang belajar yang sesuai dengan evolusi, para arsitek menciptakan tempat yang mendorong pembelajaran dan interaksi manusia. Lorong 8 lantai yang nyaman meredakan panas ke atas dari dasar yang lebih rendah sementara lebih banyak sirkulasi disediakan melalui sambungan masing-masing pod. Keinginan untuk meningkatkan lingkungan interaktif menghasilkan ruang terbatas terpisah dari eksterior, berbeda dari bangunan akademis lainnya di Singapura.

Ruang Kelas

Gambar: © Hufton and Crow (Link: http://www.huftonandcrow.com/ )